Misteri Runtuhnya Kota Suku Maya
Simbol-simbol yang ditulis pada sarkofagus, menceritakan bahwa sang Raja dilahirkan kembali yang juga disertai gambar para leluhurnya dalam bentuk tumbuhan. Makam tersebut ditemukan kembali pada tahun 1953. Para arkeolog yang berbeda dari sebelumnya menemukan makam istrinya yang lebih kecil di dekat Piramida. Tidak hanya itu, berdasaran penelitian yang telah dilakukan, ternyata terdapat dua jasad lagi yang merupkan hasil dari pengorbanan manusia di makam tersebut.
Para arkeolog juga telah menemukan sebuah kota yang terletak kurang lebih 130 kilometer disebelah selatan Ciudad del Carmen. Menurut data yang ditemukan oleh tim arkeolog, Kota tersebut baru saja pulih setelah serangan yang dilancarkan oleh suku Calakmu pada tahun 599, yang berjarak 180 mil ke arah timur laut. Lalu menyerang kembali pada tahun 611. Setelah serangan kedua, Palenque berada di bawah kepemimpinan Pakal yang pada saati itu masih menginjak usia 12 Tahun. Ditemukan pula gambar-gambar yang menceritakan penobatan Pakal oleh sang ibunda dalam tablet oval yang ditemukan di ruang singahsana.
Pada kejadian itulah Pakal mulai menjalankan pembangunan besar-besaran. Ia mengerahkan orang-orang untuk melaksanakan serangkaian perbaikan, termasuk membangun istana seluas 90 x 70 m persegi, dan Kuil yang berada di
![]() |
| replika topeng Kinich Janaab Pakal |
puncak piramida dengan ketinggan 20 meter. Untuk masalah bahan bangunan, mereka tidak mengalami kesulitan sedikit pun karena pasokan batu gampin yang ada di daerah mereka sangatlah berlimpah.
Palenque juga dianggap sebagai kota modern dengan jumlah kemimpinan yang sangat sedikit. Pada saati itu, hanya Pakal beserta putranya K'inich Kan Bahlam, dan K'inich Akul Mo' Naab. Ketiga kepemimpinan memerintahlan bawahan mereka untuk melunis teks dan simbol yang lebih pangjang sebagai cerita untuk anak cucunya kelak.
Sekitar akhir abad ke-8 dan awal abad ke-10, Peradaban suku Maya Runtuh, meskipun keturunanya masih ada hingga saat ini. Bukti-bukti yang ada, menunjukan bahwa Palenque ditinggalkan oleh penduduknya pada 850TM atau bahkan lebih awal. Untuk sebab runtuhnya suku Maya, hingga saat ini masih menjadi perdebatan. Para peneliti terakhir membuat hipotesa bahwa perubahan iklim lah yang mempengaruhi kehidupan masyarakat Suku Maya tersebut. Dari sinilah kita dapat mengambil Hikmahnya, bahwa seorang raja yang disembah layaknya dewa atau bahkan tuhan tak mampu menghentikan kehendak Alam.







0 komentar:
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.